Beberapa hari yang lalu saya mendapatkan informasi ada coffee shop baru di bilangan Casablanca Jakarta Selatan, yang saya baca dari blog milik pak Toni Wahid di http://cikopi.wordpress.com/2008/07/18/darpada-franchise-lebih-baik-punya-sendiri/.

Karena penasaran dan kebetulan lokasinya berdekatan dengan kantor saya maka hari Jumat kemarin, 25 Juli 2008 sekitar jam 13.00 saya sempatkan mampir ke coffee shop tersebut. Namanya Petro Cafe lokasi di Menara Standard Chartered, jln. Prof. Dr. Satrio 54, Jakarta Selatan. Ternyata Petro Cafe berada tepat di bawah Oh La La Cafe.

Singkat cerita, saya sudah ada di dalam Petro Cafe yang tempatnya lumayan luas. Sudah ada 3 meja yang terisi, total pengunjung termasuk saya ada 8 orang. Saya pesan single espresso. Mesin espresso yang digunakan Rancilio Epoca 2 grouphead, sedangkan grinder yang digunakan saya tidak tahu merk-nya, dan steel tamper yang kayaknya dibeli di sebuah coffee shop terkenal di Kemang. Untuk kopinya sendiri di-supply oleh Toffin Product.

Rancilio Epoca 2 grouphead dan Grinder

Rancilio Epoca 2 grouphead dan Grinder

Untuk single espresso yang saya pesan barusan itu dibandrol Rp. 9.000 + PPn 10%, jadi total yang harus saya bayar Rp. 10.000,-.

Single espresso, Rp. 9.000 + PPn 10% = Rp. 10.000.

Ini lho single espresso yang saya pesan

IMHO (in my humble opinion) single espresso Petro Cafe :

Penampilan : Cup demitasse tipis dan panas.

Crema : Tebal.

Aroma : 6 – Earthy, Acid Caramel.

Flavor : 6 – Earthy, Choco Toasty.

Acid : 5 – Moderate.

Body : 5 – Light.

Aftertaste : 4 – Harsh Wine, Spicy, Nutty.

Balance cup : 5 – Light body with harsh spicy aftertaste.

Total : 31.

Saya sempat berbincang-bincang dengan pak Lili Fadli selaku Supervisor dan Direktur-nya langsung yaitu pak Ferdiansyah. Dari pak Ferdi saya diberi tahu kalau hari Jumat, 1 Agustus 2008 akan diadakan grand opening Petro Cafe. Sebetulnya pak Ferdi sempat menawarkan saya untuk mencoba menu lainnya, tapi karena jarum jam sudah menunjukkan jam 14.15 tawaran pak Ferdi terpaksa saya tolak. Maklum harusnya jam 14.00 saya sudah harus ada di kantor lagi. Akhirnya saya pamit untuk kembali ke kantor lagi, dan pak Ferdi memberi saya 2 potong choco croissant dan cinnamon croissant untuk saya coba di kantor. Yang kali ini tidak bisa saya tolak. Wah terima kasih banyak pak Ferdi.

Choco Croissant Petro Cafe

choco croissant Petro Cafe

Cinnamon Croissant Petro Cafe

cinnamon croissant Petro Cafe

Waktu sore-sore pas perut terasa lapar, lihat croissant koq menggugah selera yah. Pertama yang saya makan adalah choco croissant yang sebelumnya saya potong menjadi 2 bagian, jadi separuhnya untuk saya dan separuhnya lagi untuk teman kantor. IMHO choco croissant enak koq, butter-nya cukup terasa apalagi ditambah coklat padatnya. Selanjutnya saya coba cinnamon croissant, yang juga saya bagi 2 dengan teman kantor. IMHO saya lebih suka cinnamon croissant yang ternyata di dalamnya juga ada raisin alias kismis, aroma cinnamon terasa membuai indera penciuman saya.

Disclaimer only :

  • Review ini dibuat berdasarkan apa yang dirasakan lidah saya, yang belum tentu sama dengan yang dirasakan lidah orang lain.
  • Review ini dibuat oleh saya dengan kapasitas yang masih pemula.
  • Review ini dibuat secara jujur & obyektif, tanpa ada niat untuk melebih-lebihkan atau menjelek-jelekkan atau membanding-bandingkan dengan tujuan untuk menguntungkan atau merugikan atau mendiskreditkan pihak-pihak tertentu.
  • Review ini bukan merupakan promosi atau propaganda pihak-pihak tertentu.